Information ^^

I hope this information help you ^^

Invisibble Barriers di Korea Selatan

pada 15 November 2013
  1. Intisari Artikel Invisibble Barriers

Dalam artikel B. J. Lee (NewsWeek Juni 2001), ditulis bahwa negara Korea Selatan sangat menjunjung ting rasa nasionalisme dan patiotisme. Hal ini dapat dilihat ketika mereka sangat menghargai dan merasa bangga ketika menggunakan barang buatan dalam negeri. Mereka akan merasa malu dan dicap sebagai penghianat bila mereka mengunakan barang impor, bahkan bila mereka menggunakan rokok impor mereka akan masuk penjara dan orang-orang yang berpergian ke luar negeri akan diperiksa karena dicurigai telah berlaku curang dalam pembayaran pajak.

Pola pikir dan budaya masyarakat Korea Selatan sudah mendarah daging sejak kejayaan Korea Selatan pada Perang Dunia II. Rasa patriotisme dan nasionalisme tidak mudah luntur bahkan oleh dorongan arus globalisasi. Bahkan ketika dealer mobil membuka penawaran-penawaran yang menggiurkan dan menciptakan inovasi baru dalam memasarkan produkya ataupun kebijakan pemerintah yang melakukan pemotongan tarif import sampai 8%, pajak, dan peraturannya, sayangnya hal tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat Korea Selatan.  Bila mereka memaksa membeli mobil impor mereka harus selalu siaga bila sewaktu-waktu mobil mereka rusak dan catnya terkelupas. Walaupun keadaan itu sudah tidak terjadi lagi tetapi rasa nasionalisme dan patriotisme tetap tertanam baik dalam diri mereka. Dari sikap nasionalisme dan patriotisme yang tinggi tersebut mampu menghantarkan Korea Selatan menjadi negara yang mandiri.

Pengertian invisibble barriers berdasarkan artikel tersebut

Pola pikir dan budaya masyarakat yang mampu menjadi penghalang yang tidak terlihat dan sulit ditembus oleh pihak luar yang mengancam persatuan kesatuan negaranya.

Upaya bangsa Korea Selatan membangun karakter nasional dalam konteks geopolitik dan geostrategi

Ditanamakan rasa patrotisme dan nasionalisme sejak dini sehingga mereka merasa bangga ketika menggunakan barang-barang lokal dan malu bila menggunakan barang-barang impor. Mereka akan dicap sebagai penghianat oleh masyarakat bila berani mengunakan barang impor. Selain itu mereka akan dipenjara bila ketahuan berpergian ke luar negeri karena dicurigai telah berlaku curang dalam pembayaran pajak.

Strategi bangsa Korea Selatan dalam menghadapi globalisasi

Meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme. Lewat sikap tersebut negara Korea Selatan mampu menjadi negara yang mandiri.

Bisakah strategi bangsa Korea Selatan diterapkan di Negara Indonesia ?

Bisa tapi membutuhkan usaha yang cukup ekstra. Permasalahannya adalah rasa nasionalisme dan patrotisme bangsa Indonesia berangsur-angsur semakin menurun seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi. Masyarakat Indonesia lebih menyukai barang impor dibandingkan barang lokal karena bagi mereka barang-barang tersebut bisa dijadikan lambang prestige (harga diri).

Karena permasalahan patriotisme dan nasionalisme ini saja mampu membuat sebuah negara menjadi “hebat” atau “terpuruk”. Indonesia yang notabene memiliki banyak permasalahan kenegaraan sudah seharusnya meningkatkan rasa bangga dan cinta tanah air. Hal ini dapat terwujud dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan waraga negaranya, misal pemerintah membuat kebijakan mengenai peraturan barang-barang impor yang masuk dan masyarakat Indonesia berusaha untuk membeli barang-barang lokal dan mengubah pola pikir kalau barang lokal juga memiliki kualitas dan up to date yang tidak kalah oleh barang-barang impor. Rasa bangga dan cinta tanah air bisa dimulai dengan menerima kekurangan dan kelebihan dari negara kita sendiri. Sebuah negara pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, berusalah agar  kekurangannya yang ada bisa tertutupi oleh kelebihannya dan kelebihannya terus ditingkatkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: